Saturday, December 08, 2012

3days

HANYA ADA 3 HARI DALAM HIDUP INI

Yang Pertama :
HARI KEMARIN...
Kamu tak bisa mengubah apapun yang telah terjadi
Kamu tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan
Kamu tak mungkin lagi menghapus kesalahan
Kamu tak dapat lagi mengganti keputusan
dan mengulangi kegembiraan yang kamu rasakan kemarin
Biarkan saja hari kemarin menjadi kenangan indah
Biarkan saja hari kemarin menjadi pelajaran
Biarkan saja hari kemarin lewat
Biarkan saja hari kemarin berlalu.
LEPASKAN saja....

Hold or Skip?

Hold or Skip? Ya, Inilah masa-masa yang pas untuk menanyakan tentang hal ini. Sesuatu hal yang menjadi sebuah kebingungan yang nggak jelas tapi menjadi fakta (?) Bingung? Haha Saya juga bingung menuliskannya seperti apa…
Tapi begini kawan, saat ini, pertanyaan inilah yang menjadi salah satu peganggu dipikiran para pelajar. Lebih khususnya para pelajar yang duduk di bangku kelas XII SMA, termasuk saya. Kenapa bisa? Itulah yang akan kita bahas :D

Di mulai dari “Hold”.
Apasih artinya hold? Saya nggak tau pasti tapi maknanya sedikit mengerti :p
Sesuai dengan ilmu yang saya dapatkan, katanya “hold” itu artinya “tahan”.
Tahan. Iyah, dalam konteks sekarang ini yang saya maksud adalah bertahan di masa saat ini. Bertahan di sebuah masa yang sangat indah. Sebuah masa saat wajah-wajah canda tanpa keseriusan masih kental di wajah-wajah teman seangkatan. Inilah masa saat puncak keremajaan menyelimuti indah di dunia para pelajar SMA, tentram, riang, seru, happy, konyol, gokil, semua konteks masih dapat berbalut lezat dengan sebuah candaan yang cetar membahana. Hahaha Sepertinya hampir semua konteks keseruan/kerusakan/kebobrokan/keusilan/kepintaran/kebodohan/kegembelan gak ada yang luput dari masa SMA-SMA ini. xD Semua masih bisa sakarepe dewe walaupun masih harus tergantung situasi dan kondisi yang labil di setiap Rules sekolah-sekolah yang ada. Rasanya masa SMA itu masa yang paling gila yang pernah di hadapi seorang insan di dunia xp Kelahi sama temenlah, ngambek-ngambekanlah, PDKT-anlah, CLBK-anlah, galau-galau-anlah, putus-putus-anlah, alay-alay-anlah, lebay-lebay-anlah, hukum hukuman dari gurulah, di bully-bully-lah (gue banget kayaknya ini -.-), curhat-curhatanlah, musuh-musuhanlah, malu-maluanlah, dan “lah-lah-lah” yang lain yang nggak bisa di suratkan semuanya. Masa SMA itu emang gak ada habisnya, bisa di bilang “episode emasnya”-nya seorang remaja. Kalau gak percaya bisa tanya para tersangka-tersangkanya deh :D

Revolusi Bahasa

Wah, udah lama nih nggak posting artikel. Serasa belumut blog saya ini, haha -.-
Okedeh, sebelum saya akan banyak nulis artikel lagi, sedikit intermezzo dulu deh kalau entar sedikit-banyak akan ada tata bahasa yang nggak seperti biasanya di dalam artikel saya selanjutnya dan itulah yang saya akan sebut dengan Revolusi Bahasa. :)

Sunday, July 01, 2012

Ouh! Sakit!

“Luka di muka karena tamparan, mungkin akan hilang dalam beberapa hari. Tetapi, luka di hati, kagak bisa di hilangin, orang yang telah kamu lukai hatinya akan merasakan luka itu selama-lamanya. Itu yang nyita amalanmu di akhirat nanti. Iya kalau amalanmu banyak? Kalau nggak?”

Gila nih kalimat, sebuah “warning” yang benar-benar menusuk tepat ke pikiran mereka-mereka yang telah melukai hati seseorang. Mau cewek atau cowok, kalau baca kalimat ini, stidaknya pasti akan berpikir, walaupun cuma secuil.
Artikelku kali ini, cuma pengen nanya doang kok sama mereka-mereka yang pernah nyakitin lukai hati seseorang, tentang perasaan mereka gitu. Nggak terkecuali aku, aku sendiri mah nggak tau aku pernah nyakitin atau nggak. -.-
Sebenarnya, artikel ini terinspirasi dari salah satu temanku yang habis patah hati, karena perasaan. Kasian deh, dan dia sekarang trauma mempercayai seseorang terutama laki-laki. Dia patah hati dua kali mamen. -.- cekit-cekit rasanya kayaknya tuh.
Nah itu, kasian, perempuan pasti jadi korban. Ya, Alhamdulillahsaya masih penganut ajaran pacaran setelah nikah. Terserahlah kalau harus di bilangin homo atau apa, ini jalan hidupku kawan and I do love my life :D

Sunday, April 15, 2012

Cinta?

Ini nih 5huruf yang dapat membuat seorang remaja jungkir balik tak karuan atau nangis tak terhentikan. Sebuah kata yang memiliki banyak pendeskripsian dan memiliki banyak varian. Aku sebenarnya bingung ingin menuliskan artikel tentang Cinta ini seperti apa! Tapi, ku coba menuliskan semua ini dengan bahasaku.

Apa Cinta menurutmu Thalhah?
Hm, Cinta! Menurutku, walaupun Cinta telah kuuraikan dengan detail dan kujelaskan dengan panjang lebar. Namun Jika Cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri. Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang. Namun tanpa lidah, Cinta ternyata lebih terang. Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya, kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada Cinta.
Dalam menguraikan Cinta, akal terbaring tak berdaya, bagaikan keledai terbaring dalam lumpur. Cinta, Cinta sendirilah yang menerangkan Cinta dan perCintaan. Ku kutip dari sebuah penjelasan.

Saturday, March 17, 2012

KANGEN!

What I can doing? Aku kangen. Apa yang bisa menyembuhkan ini semua?
Kangen itu apa sih? Rasa kangen itu yang kayak mana? Ada bentuknya nggak? Tastenya? Ciri-cirinya bagaimana? Aku termasuk nggak ya?
Aku bingung mau menuliskan apa yang ada di artikel kali ini.
Aku hanya Kangen. Kangen layaknya manusia biasa. Sebuah kangen yang nggak bisa di definisikan dengan kata-kata dan yg tak dapat di gambarkan dengan analogika. Kangen itu ada tingkatannya nggak?
Andai ada, aku termasuk di kasta yang mana ya? Aku pernah dengar sih ada cuma kangen doang sama kangen berat? Yang kurasakan berat atau biasa ya? Hm, sedikit membuat diri ini berdiam diri untuk memikirkan itu. Nggak salah kan saya kangen? Saya spesies manusia juga kok. Kalau saya pernah berstatment “nggak pernah pacaran”, itu benar. Tapi, jangan

3x4 m (with edited)

Hm 3x4 m.
Kamar yang hanya berisi sebuah kipas angin kecil, meja belajar, tempat tidur, lemari…
Ya, itulah kamar yang telah kutinggali s’lama hampir 2 tahun di Samarinda.
Kamar yang terbuat dari kayu yang telah rapuh semuanya, di huni keluarga tikus di atas pelaponnya, gak ada apa-apanya isinya, gelap lagi kamarnya, suramnya~

Dengar-dengar kamar itu bekas di tempati oleh seorang Pecandu Narkoba (Naudzubillah Min zallik --‘), dan Ternyata Benar! ku temukan 2 Suntikan kecil d bawah karpet kamar itu. OMG

Hidupku di kamar ini di mulai saat aku duduk di kelas 8 (kenaikan kelas 8).
Sebelumnya aku tinggal dgn sebuah Keluarga yang “wah”, tapi, karena merasa gak enak tinggal di tempat orang terus, yah terpaksalah untuk nge-kost. Itung-itung juga untuk cari pengalaman, biar entar ke depannya mudah.
Sebenarnya, Awalnya ragu untuk nge-kost. Tapi, it’s my choice :)

Calon kamar yang bakal menemani hidupku lagi di bersihin, sementara aku memindahkan semua barang-barangku dari tempat tinggalku yang dulu. Gak banyak sih yang di bawa, hanya sebuah lemari kecil dua pintu dan seekor sepeda hitam yang selama ini bersamaku.

Akhirnya Hari Pertamaku di Mulai!

Saturday, January 14, 2012

Mereka yang Terlupakan

Balikpapan pagi ini seperti di lumuri es. Entah mengapa dari 3 hari kemaren cuaca hujan mulu. Dingin Banget! >.< Ku sempatkan menulis sebuah artikel sederhana walau jari-jari ini keram menahan dinginnya cuaca pagi ini. Brrr Udara dingin menusuk hingga tulang-tulangku di pagi ini. Kaku, bagai di kubur dalam salju. Hari ini aku sengaja memboloskan diri dr sekolahku, ragara keteledoranku sendiri meninggalkan baju pramuka di Samboja. Mau gak mau aku harus menunggu abi ke Balikpapan dan pagi ini beliau datang. Aku di suruh menunggu di daerah Sepinggan untuk mengambil seragamku.
Dalam perjalan ke TKP, tak sengaja kulihat seorang dengan seragam “dinas” oranye kebanggaannya, senjata tumpul berganggang di tangannya, sebuah topi koboy yang melingkar di kepalanya, dan sebuah keikhlasan yang terpancar dari dirinya, berdiri dengan khusyuknya di pesisir jalan raya sedang melakukan “ritual” paginnya. Ya, seorang tukang Sapu Jalanan dengan sebongkah kesabarannya setiap hari tidak pernah absen membersihkan jalanan-jalanan agar kita nyaman melewatinya. Mengumpulin sampah-sampah akibat tangan-tangan tak bertanggung jawab yang membuang sampah tidak pada tempatnya, menyapu di jalan raya dengan segala resikonya, dan apa-apa aja deh yang berhubungan dengan kebersihan di jalan raya. Tapi, jarang banget yang peduli ama mereka, mereka yang ikhlas menjalani pekerjaan menjadi pasukan oranye ini, eh.. di anggap sebagai orang bawahan yang pekerjaannya di sepelekan. Ih, padahal kalau nggak ada mereka tuh, nggak tau dah jadinya jalanan kita tuh kayak apa.
Sama halnya seperti seorang Petani. Dia yang selalu berangkat dengan bertelanjang kaki dengan topi khasnya membawa sebuah “senjata tajam” yang tersandar kokoh di bahunya. Dia ini beti-beti (beda tipis :p) sama Pasukan Oranye tadi, seorang yang selaluuu di lupakan ama kebanyakan orang. Tau gak sih apa jasa orang ini?
Orang ini lah yang memberi makan kita semua, termasuk dewa-dewa berdasi pemimpin negeri ini.
Dewa-dewa yang seenaknya berkuasa di negeri ini yang tak pernah memperhatikan kesejahteraan mereka, janji-janji busuk yang terlontar menguap setelah duduk di kasta-kasta tinggi pemerintahan negeri ini.
Dengan sepotong doa dari keluarga ia berangkat menuju “petak kehidupan”-nya di kaki-kaki pegunungan, dengan penuh kesabarannya inilah, dia melakukan semua prosedur-prosedur reguler menanam Padi. Mulai dari sawah yang harus di bajak sebelum di tanam, nanamnya lagi, pengairannya, membasmi hama-hamanya, ampe nungguin si batang padi pada nunduk! Bayangkan coba bagaimana keikhlasan mereka itu? Mungkin taraf Sabar dan Ikhlas mereka tuh sudah tinggi kali ya.
Kita yang tinggal makan, makan doang itu! Sering menyisakan nasi yang masih banyak di piring kita, nggak sadarkah ama perjuangan para petani yang menunggu-nunggu berbulan-bulan supaya padi jadi beras? Apakah bisa kita seperti mereka?
Termasuk para Dewa-dewa berdasi Pemimpin negeri ini tadi tuh yang nggak pernah memerhatikan kesejahteraan orang-orang kecil yang berjasa besar ini. Mungkin mereka lupa bahwa mereka bs makan nasi karena sebuah jasa petani. Bayangkan aja kalau nggak ada orang yang mau berprofesi sebagai seorang petani? Mungkin semua halaman belakang rumah warga adalah sawah semua -___-
Untuk itulah, sudah saatnya kita banyak menghargai setiap orang dan setiap profesi yang di jalaninya. 


"Tuhan punya takdir dan tujuan yang baik kepada ummat-Nya. Sudah sepantasnya kita bersyukur untuk semua rezeki dan karunia yang di berikan-Nya."

Sebenarnya masih banyak contoh-contoh para pendekar-pendekar yang terlupakan seperti buruh bangunan, tukang sampah, nelayan, dan lain-lain. Tapi, udara di sini tak mendukung untuk menulis lagi, dan semua inspirasi di kepala ini telah lenyap menguap akibat dinginnya di sini. Mungkin kusudahi saja tulisanku hari ini. Terima Kasih untuk mereka yang menginspirasiku untuk menulis lagi. See ya!

Di sebuah kamar. (13/01)
Jam 08 lewat 45 menit di selimuti Pagi yang dingin!