Hm 3x4 m.
Kamar yang hanya berisi sebuah
kipas angin kecil, meja belajar, tempat tidur, lemari…
Ya, itulah kamar yang telah
kutinggali s’lama hampir 2 tahun di Samarinda.
Kamar yang terbuat dari kayu yang
telah rapuh semuanya, di huni keluarga tikus di atas pelaponnya, gak ada
apa-apanya isinya, gelap lagi kamarnya, suramnya~
Dengar-dengar kamar itu bekas di
tempati oleh seorang Pecandu Narkoba (Naudzubillah Min zallik --‘), dan
Ternyata Benar! ku temukan 2 Suntikan kecil d bawah karpet kamar itu. OMG
Hidupku di kamar ini di mulai saat
aku duduk di kelas 8 (kenaikan kelas 8).
Sebelumnya aku tinggal dgn sebuah
Keluarga yang “wah”, tapi, karena merasa gak enak tinggal di tempat orang
terus, yah terpaksalah untuk nge-kost. Itung-itung juga untuk cari pengalaman,
biar entar ke depannya mudah.
Sebenarnya, Awalnya ragu untuk
nge-kost. Tapi, it’s my choice :)
Calon kamar yang bakal menemani
hidupku lagi di bersihin, sementara aku memindahkan semua barang-barangku dari
tempat tinggalku yang dulu. Gak banyak sih yang di bawa, hanya sebuah lemari
kecil dua pintu dan seekor sepeda hitam yang selama ini bersamaku.
Akhirnya Hari Pertamaku di Mulai!
Sekitar sebulan pertama, aku masih
di temani pamanku [ kebetulan pamanku kerja di sini ( Samarinda,Red).
Jadi, dia tinggal bareng aku selama bulan pertama. Yah, masa percobaan buat
akulah. Sekalian ngejagain aku plus juga ngajarin aku.
Hari-hariku di kost di mulai
dengan hal-hal kecil yang membuat aku merasa lebih kerasan. Tapi terkadang
seperti ada yang kurang. Apa ya?
Semua Berjalan datar bin flat
aslias monoton selama bulan pertama itu, nyuci, masak, bersih-bersih, yah
bgtulah keseharianku. Dan tak lupa Belajar dan Ibadahku. =D
Setelah lebih dari 2 bulan, aku
sudah mulai bisa menjalankan semua aktivitasku di sini. Pamanku pindah
meninggalkanku sendiri, kebetulan juga istrinya datang ke samarinda jadi harus
nyewa rumah sendiri. Akhirnya di kamar kecil ini dengan sepotong do’a dari
seluruh pihak, ku mulai kehidupanku dengan Bismillah.
Hari terus berganti, aku mulai
betah dengan hidup seperti ini. Tapi, tantangan untuk menghadapi ini semua
tidak mudah, tantangan datang silih berganti. S’bagai anak kost harus bias
berpikir cerdas. Salah satunya tentang UAAAANGG !!!
Banyak banget godaan tentang
Uang nih, kalau kita gak bisa memenej uang dengan baik, siap-siaplah
menemui hari-hari dengan mie instant bungkus. -_-“
Uang adalah segalanya untuk
keadaan seperti ini. Apa yang bisa ku lakukan tanpa uang dalam keadaan seperti
itu? Uang menduduki kasta tertinggi dalam kehidupanku saat itu. Saat seluruh
pendukung hidup menipis, uang menjadi opsi nomor satu untuk mengatasi masalah
itu.
Kalau makan? Makan bagi anak kost
termasuk kategori nomor satu untuk di pikirkan. Kalau memang uang mencukupi
untuk jatah makan seminggu, mungkin ayam kentuky Rp.2500 yang biasa di jajalkan
di pinggir-pinggir jalan plus dengan kriuk-kriuk tepung bekas penggorengan bisa
menjadi opsi dalam makan, atau mungkin bakso dengan banyak airnya, atau juga
bisa dengan sate dengan minta banyak sambel kacangnya, atau dengan nasi padang
dengan harga Rp. 5000 sama berkelahinya :p plus di kasih durian, tapi ngasihnya
di lempar dari pohonnya. :p Haha, dua opsi terakhir hanya bercanda :)
Tapi tau nggak untuk menghemat itu
semua? Banyak-banyak ke masjid! Siapa tau ada acara dari masjid atau warga
sekitar, bisa kan dapat bungkusan :p tapi jangan di jadikan prioritas utama
itu. Niatnya jadi jelek nanti, tapi itu termasuk dalam opsi hehehe
Aku pernah ngalami itu semua, tapi
bukan yang beli nasi padang ampe bekelahi -_-. Sungguh tidak menyenangkan,
apalagi kalau di tambah pasokan hidup banyak yang menipis. Apes dah, gak ada
pulsa lagi! Suramnya~. Tapi itulah hidup, kata iklan bebelac, Life is an
Adventure dan aku ada di dalam adventuring pada saat itu. :)
Oya, selain itu semua, tergantung
kiriman dari orang tua juga untuk memenuhi semua kebutuhan di kost, ada yang
bisa sebulan sekali, 2 bulan sekali, tapi, Alhamdulillah-lah, aku seminggu
sekali. Jadi, masih stabil ngehematnya, tapi terkadang bisa ampe 2 minggu juga,
misalnya orangtua lagi males. Jadi, ya sabar ay. Syukuri apa yang ada. Masih
ada mi bungkus menunggu di buka.
Wah, Kangen Rasanya.
Saat itu aku bener-bener merasakan
hidup, semua aspek dasar kehidupan sendiri telah ku pelajari dari semua yang ku
alami saat itu, merasakan beratnya hidup, merasakan susahnya mencari makan,
susahnya menahan hawa nafsu, mengerjakan semua sendiri, dan hidup sendiri,
kayak anak yang terlantar perasaan. Tapi, untunglah SMP ITC-ku full day school,
jadi gak banyak waktu di kostan. Karena, SUMPAH! Sangat membosankan di kost
itu! di tambah dengan keadaan ku yang gak ada hiburan sama sekali, cuma hape.
Itupun yang layar kuning -___- gak ada yang bisa ku lakuin setelah semua
kerjaan udah ku kerjakan, di kost bisa menghayal, bengong, atau apalah. Dim!
Kalau anda ingin mengetahui
kerjaanku di kost, okelah saya lampirkan~
Subuh - Pagi
:
Bangun, Kalau dapat tahajjud,
tahajjud lah~
Shalat Subuh, tidur lagi, bangun
lagi (haha), mandi, ritual pagi sebelum berangkat sekolah dan berangkat!
Pulang
sekolah :
Nyuci baju ( kalau ada baju kotor,
tapi ada ay terus ), mandi, siap-siap Shalat Magrib.
Senja-Malam :
Shalat Magrib, Tilawah, Makan,
Bersih-bersih kost, Siap-siap Shalat Isya.
Malam ( Ba’da
Isya ) :
Nyetrika Baju buat besok, Siapin
Buku, Belajar, Hapalan .
( Kalau bagian ini sudah selesai,
itulah yang paling membosankan, mau cari kerjaan apa lagi, terkadang itu pun
belum sampe jam 9 apa yang musti ku perbuat? Kalian mau tau? Hanya DIAM!
ah, siapa sih yang gak bosan kalau
tinggal sendirian gak ada teman di tambah gak ada hiburan lagi ? Gileee
pulangkan sajaaa~ aku pada ibuku :p ahahah
Tapi, yah mau gimana lagi ?
Mungkin ini semua takdir yang terbaik bagiku, yang telah tersimpan di mega
server di sana. Hidup di perantauan kabupaten, dengan umurku yang masih sangat
muda waktu itu, bener-bener menjadi cobaan mental yang besar buat diriku, yang
secara langsung atau tidak langsung mengajak daku tuk menginjakkan kaki di masa
remajaku.. Wah, hidup memang tak selalunya Indah .. Semangaat \(^^)/
Yah, Seingatku saatku berada di
tempat itu, rasa untuk menyelesaikan semua cobaan ku itu terasa banget
menghantuiku, berharap lepas dari semua itu, tempat yang sangat suram bagiku,
tempat tidur yg kumuh, pelapon yang bolong tempat keluarga tikus, kamar sebelah
yang gak tau waktu, ah semuanya dah. Tapi tempat itu menjadi sebuah kenangan
bagiku, menjadi sebuah tempat terindah dari episode hidupku ( Loh? Katanya tadi
suram ) ahaha
Iyah, tempat ini mengajariku
banyak hal secara tidak langsung. Pelajaran hidup yang gak bakal ku dapati di
tempat lain, banyak hal tentang makna kehidupan menyelinap masuk membongkar dan
memporak-porandakan semua di dalam jiwa yang lemah ini dan membangun kembali
dengan sesuatu yang baru. Tangis pun terkadang bisa memecahkan hening sepi di
malam senyap yang mombosankan.
Aku gak tau telah berapa kali
menangis untuk kedua orangku yang menggatungkan harapan besar kepadaku, sebuah
tangis yang gak pernah ku rasakan sebelumnya dalam ku menapaki perjalanan
hidupku. Rasa kangen yang menjadi-jadi terkadang menjadi tamu kejutan di malam
yang sepi. Rasa bersalah pun tak luput mengikuti rasa kangenku itu. Yah, diriku
memang masih bergantung kepada orangtuaku, walaupun memang alurnya begitu, tapi
aku ingin sekali membayar semua ketergantunganku itu.Terkadang diriku sangat
merasa bersalah akan semua perilaku ku, aku gak tega orangtuaku harus jauh-jauh
ke samarinda untuk diriku, hanya untuk memberikan beberapa lembar uang mingguan
untukku .
Aku hanya ingin mengansulin
harapan orang tuaku dengan prestasiku, membayar segala ketergantunganku itu
dengan kesuksesasanku. Aku takut mengecewakan mereka :|
Ah, gak terasa kelas 9 pun
menjemput diriku untuk lebih beranjak jauh meniti ilmu, dan semakin
mempernalkanku dengan makna hidup yang tergores di balik hikmah dari “3x4 m”
ini.
Ada cerita ni, Sebuah hari (maaf
bu Bahasa Indonesia saya tidak menggunakan EYD :p), aku terlelap tidur di siang
hari menjelang sore menjelang mangrib mau malam. Wk
Sebuah getaran dari hapeku
membangunkan ku dari scenario mimpi (haha) padahal aku lagi mimpi ke Jepang,
udah mau mendarat di Narita itu hehey. Dengan mata yang remang-remang aku
membuka hapeku. Tertampil di layar itu “2 Missed Call” saatku liat ternyata “My
Mum”. Gubrak !!! aku langsung terbangun dari tidurku, melupakan semua scenario
mimpi itu. Aku binggung! aku nggak punya pulsa~, aku gak ada uang, Argh ! aku
merasa sangat aneh, AKU KANGEN! ( yah, memang pada saat itu aku lama gak dapet
atau ngasih kabar ke orangtuaku ). Tetesan air mata pun ikut larut dalam
penyesalanku. Huh, kucoba tuk tegarkan diriku, ku usap air mata, ku coba untuk
bangun dari semua itu, ku persiapkan diriku untuk beranjak dari tempat itu.
Aku berhenti untuk berfikir.
Yeaah! aku ingat aku punya teman di sini Tio :D
Karena Muadzin di musolah telah
duluan bersenandung, aku pun mendahulukan untuk shalat dulu. Kebetulan suara
muadzin tidak asing bagiku, sesampainyaku di musolah, hahay. Seseorang dengan
sarung biru kotak-kotak yang melingkar di pinggangnya, baju hitam yang masuk di
dalem sarungnya, dan sebuah peci yang bersarang di atas kepalanya yang hanya
menutupi bagian belakang rambutnya memperlihatkan poni rambut di depannya,
sedang asyik melantukan panggilan untuk sholat. Hahay
Siapa yang gak kenal dia di
musolah itu. Tio-tio~. Hehe
… Ssssssstttttt ! Pada lagi sholat
….
Selesai sholat, aku bareng tio ke
rumahnya.. Pas udah masuk ke kamarnya, aku minjem hape ma dia, aku jujur aja ma
dia, aku mau nelpon ibuku, pulsaku habis. Sebenarnya biarpun gak beralasan, dia
bakal minjemin hehey, kan baiiik =D
And akhirnya, semuanya terbayar.
Hatiku jadi tentram, seneng, aahh.. ( gak bisa ngomong apa-apa lagi waktu itu )
=’D
Waktu terus berlalu, tahun, bulan,
minggu, hari, jam, menit, detik nggak bisa menunggu untuk semua yang terjadi.
Gak sadar aku telah keluar dari semua episode itu.
Padahal aku ingat banget setiap
aku menyusuri gang sempit di tempat itu aku hanya berandai-andai bisa lepas
dari semuanya, keluar dari “3x4m” itu. Ternyata aku udah lepas, dan waktu pun
tak terasa begitu cepat berlari.
Okelah, Episode hidup itu akan
menjadi sesuatu yang sangat berarti dalam hidupku. Sebuah kehidupanku yang
mengajarkanku berbagai macam hal. Tentang makna hiduplah, tentang memenej
waktu, tentang UANG, juga tentang Love. xD hihi apa aja boleh deh xp
Berbagai Varian rasa hidup udah
tercicipi di masa-masa itu, yang mungkin hanya terjadi sekali dalam hidupku.
Mungkin iklan bebelac harus ganti iklan dan ngambil header text saya Life is an
Inspiration :p
Hidup memang harus di syukuri,
mungkin saat itu saat menyebalkan bagiku, tapi merupakan saat-saat di mana aku
bisa merasakan bener-bener hidup. Ngerasain gimana bahagianya ngejalani hari
make baju hasil cucian sendiri, saat berangkat/pulang dengan kesendirian, nyapu
kamar yang berantakan sendiri, juga ngerasain gimana saat di tangan ini sama
sekali gak megang uang sedikitpun.
Rasa memegang Predikat “Anak Kost”
terasa unik mungkin bagi diriku ataupun temen-temenku ( saat SMP ). Apalagi
saat aku masih duduk di kursi SMP, di tambah aku sekolah di sekolahan yang
mungkin terkesan “Wah” =D. Yah, mungkin aku gak senikmat kalian, tapi aku punya
Semangat !
Di saat semua kalian duduk
santainya di atas sofa sebuah mobil, sambil tiduran (atau apalah ), saat kalian
di bonceng oleh ortu atau pengantar dengan sepeda motor, mungkin aku harus
mengayuh sepeda untuk dapat sampe di sekolah. Harus melewati gunung yang menjulang,
polusi debu, asap kendaraan, tapi mungkin aku dapat selalu menyapa langit pagi
dan bisa merasakan nikmatnya hangat mentari di setiap pagi hari :)
Setiap berangkat/pulang sekolah,
beberapa murid ataupun orangtua murid terkadang menegurku, sekedar untuk
senyumlah, atau mengangkat tangan atau juga mengatakan “Assalamualaikum/Duluan
yah?”.
Sebenarnya, saat aku harus ke
sekolah dengan sepeda terasa malu. Tapi, mau gimana lagi? itu udah menjadi alur
cerita perjalananku menuntut ilmu. Terserah orang mau mengatakan apapun
kepadaku. Ini hidupku, and I’m Proud!
Juga, Ketika Sholat Ashar telah
selesai di tunaikan, para orangtua kalian sedang duduk menunggu diri kalian,
menjemput kalian, menyimpan segudang pertanyaan untuk kalian tentang hari
kalian di sekolah tadi. Tapi, bagaimana dengan AKU? aku hanya pulang di temani
adek kelasku, mengalah dengan mobil mewah yang berdampingan denganku, walau
harus begitu, aku hanya bisa tersenyum untukmu dan diriku, ada do’a yang selalu
mengiringi hari-hariku . merekalah Orangtuaku =’D
Ih, sesuatu yang menurutku gak
enak, ternyata memberikan segudang makna berarti bagi diriku. Aku hanya bisa
tertawa di atas lamunanku memikirkan saat-saat itu. Saat-saat yang Membosankan
tapi Mengertikan (maksud?). Wk
Okelah, sedikit cerita tentang
pengalaman hidupkuku di saat aku harus berusaha mendapatkan setitik goresan
ilmu =D
Terimakasihku gak lupa ku ucapkan
saat itu untuk “3x4m” itu, Keluarga Besar SMPITCordova-ku, Samarinda, ibu kost,
pale yang jualan bakso di kostanku, kakak-kakak mahasiswa di samping kamarku,
pale kuli bangunan yang ngekost di tempat aku nge kost, om-om yang rajin ke
mesjid bareng aku, om yang di depan kamarku, keluarga kecil yang jualan es di
kostanku, tukang cukur rambut di kamar atas kostku, tukang ojek di depan kostanku,
penjual pecel family di samping rumah kost-kostanku, counter pulsa samping
pangkalan ojek, tukang ojek dekat kuburan, tukang laundry samping sekolahan,
pale ayang goreng 2500-an, semuanya boleh deh.. haha :D
Oia, Saranku untuk yang mau
ngekost, siapkan mental bener-bener, kuatkan niat di hati.
“Niat
dan Usaha yang keras yang di deklarasikan dengan penuh semangat pasti akan
memberikan sesuatu yang Besar. Karena nggak ada sesuatu yang besar tanpa
perjuangan yang hebat”
Jangan jadikan ngekost sebagai
ajang melepaskan segala keinginan (mentang-mentang gak ada yang ngatur), terus
cari tempat kost yang kondusif ya? (yang penghuninya baik-baik), bawa TV, rice
cooker, dispenser (sekalian aja serumahan. Hahaha), pokoknya apapun yang simple
deh, yang menunjang kehidupanmu di kost ntar.
Ngekost enak kok , :p suer deh.
Tapi, selagi kita membawa diri kita kearah yang baik, ngekostpun/kehidupan di
saat kesendirianpun mungkin akan jadi lebih baik. Tergantung kitanya dah,
terutama niatnya, juga lingkungan di sekitar kostnya ntar. Okeh ?
KeepSpirit!
Note “3x4m” in My Facebook account
with added and edited.
(15/3)
No comments:
Post a Comment