Saturday, March 17, 2012

3x4 m (with edited)

Hm 3x4 m.
Kamar yang hanya berisi sebuah kipas angin kecil, meja belajar, tempat tidur, lemari…
Ya, itulah kamar yang telah kutinggali s’lama hampir 2 tahun di Samarinda.
Kamar yang terbuat dari kayu yang telah rapuh semuanya, di huni keluarga tikus di atas pelaponnya, gak ada apa-apanya isinya, gelap lagi kamarnya, suramnya~

Dengar-dengar kamar itu bekas di tempati oleh seorang Pecandu Narkoba (Naudzubillah Min zallik --‘), dan Ternyata Benar! ku temukan 2 Suntikan kecil d bawah karpet kamar itu. OMG

Hidupku di kamar ini di mulai saat aku duduk di kelas 8 (kenaikan kelas 8).
Sebelumnya aku tinggal dgn sebuah Keluarga yang “wah”, tapi, karena merasa gak enak tinggal di tempat orang terus, yah terpaksalah untuk nge-kost. Itung-itung juga untuk cari pengalaman, biar entar ke depannya mudah.
Sebenarnya, Awalnya ragu untuk nge-kost. Tapi, it’s my choice :)

Calon kamar yang bakal menemani hidupku lagi di bersihin, sementara aku memindahkan semua barang-barangku dari tempat tinggalku yang dulu. Gak banyak sih yang di bawa, hanya sebuah lemari kecil dua pintu dan seekor sepeda hitam yang selama ini bersamaku.

Akhirnya Hari Pertamaku di Mulai!


Sekitar sebulan pertama, aku masih di temani pamanku [ kebetulan pamanku kerja di sini ( Samarinda,Red). Jadi, dia tinggal bareng aku selama bulan pertama. Yah, masa percobaan buat akulah. Sekalian ngejagain aku plus juga ngajarin aku.
Hari-hariku di kost di mulai dengan hal-hal kecil yang membuat aku merasa lebih kerasan. Tapi terkadang seperti ada yang kurang. Apa ya?

Semua Berjalan datar bin flat aslias monoton selama bulan pertama itu, nyuci, masak, bersih-bersih, yah bgtulah keseharianku. Dan tak lupa Belajar dan Ibadahku. =D

Setelah lebih dari 2 bulan, aku sudah mulai bisa menjalankan semua aktivitasku di sini. Pamanku pindah meninggalkanku sendiri, kebetulan juga istrinya datang ke samarinda jadi harus nyewa rumah sendiri. Akhirnya di kamar kecil ini dengan sepotong do’a dari seluruh pihak, ku mulai kehidupanku dengan Bismillah.

Hari terus berganti, aku mulai betah dengan hidup seperti ini. Tapi, tantangan untuk menghadapi ini semua tidak mudah, tantangan datang silih berganti. S’bagai anak kost harus bias berpikir cerdas. Salah satunya tentang UAAAANGG !!!
Banyak banget godaan tentang Uang  nih, kalau kita gak bisa memenej uang dengan baik, siap-siaplah menemui hari-hari dengan mie instant bungkus. -_-“
Uang adalah segalanya untuk keadaan seperti ini. Apa yang bisa ku lakukan tanpa uang dalam keadaan seperti itu? Uang menduduki kasta tertinggi dalam kehidupanku saat itu. Saat seluruh pendukung hidup menipis, uang menjadi opsi nomor satu untuk mengatasi masalah itu.
Kalau makan? Makan bagi anak kost termasuk kategori nomor satu untuk di pikirkan. Kalau memang uang mencukupi untuk jatah makan seminggu, mungkin ayam kentuky Rp.2500 yang biasa di jajalkan di pinggir-pinggir jalan plus dengan kriuk-kriuk tepung bekas penggorengan bisa menjadi opsi dalam makan, atau mungkin bakso dengan banyak airnya, atau juga bisa dengan sate dengan minta banyak sambel kacangnya, atau dengan nasi padang dengan harga Rp. 5000 sama berkelahinya :p plus di kasih durian, tapi ngasihnya di lempar dari pohonnya. :p Haha, dua opsi terakhir hanya bercanda :)
Tapi tau nggak untuk menghemat itu semua? Banyak-banyak ke masjid! Siapa tau ada acara dari masjid atau warga sekitar, bisa kan dapat bungkusan :p tapi jangan di jadikan prioritas utama itu. Niatnya jadi jelek nanti, tapi itu termasuk dalam opsi hehehe
Aku pernah ngalami itu semua, tapi bukan yang beli nasi padang ampe bekelahi -_-. Sungguh tidak menyenangkan, apalagi kalau di tambah pasokan hidup banyak yang menipis. Apes dah, gak ada pulsa lagi! Suramnya~. Tapi itulah hidup, kata iklan bebelac, Life is an Adventure dan aku ada di dalam adventuring pada saat itu. :)
Oya, selain itu semua, tergantung kiriman dari orang tua juga untuk memenuhi semua kebutuhan di kost, ada yang bisa sebulan sekali, 2 bulan sekali, tapi, Alhamdulillah-lah, aku seminggu sekali. Jadi, masih stabil ngehematnya, tapi terkadang bisa ampe 2 minggu juga, misalnya orangtua lagi males. Jadi, ya sabar ay. Syukuri apa yang ada. Masih ada mi bungkus menunggu di buka.

Wah, Kangen Rasanya.
Saat itu aku bener-bener merasakan hidup, semua aspek dasar kehidupan sendiri telah ku pelajari dari semua yang ku alami saat itu, merasakan beratnya hidup, merasakan susahnya mencari makan, susahnya menahan hawa nafsu, mengerjakan semua sendiri, dan hidup sendiri, kayak anak yang terlantar perasaan. Tapi, untunglah SMP ITC-ku full day school, jadi gak banyak waktu di kostan. Karena, SUMPAH! Sangat membosankan di kost itu! di tambah dengan keadaan ku yang gak ada hiburan sama sekali, cuma hape. Itupun yang layar kuning -___- gak ada yang bisa ku lakuin setelah semua kerjaan udah ku kerjakan, di kost bisa menghayal, bengong, atau apalah. Dim!

Kalau anda ingin mengetahui kerjaanku di kost, okelah saya lampirkan~

Subuh - Pagi :
Bangun, Kalau dapat tahajjud, tahajjud lah~
Shalat Subuh, tidur lagi, bangun lagi (haha), mandi, ritual pagi sebelum berangkat sekolah dan berangkat!

Pulang sekolah :
Nyuci baju ( kalau ada baju kotor, tapi ada ay terus ), mandi, siap-siap Shalat Magrib.

Senja-Malam :
Shalat Magrib, Tilawah, Makan, Bersih-bersih kost, Siap-siap Shalat Isya.

Malam ( Ba’da Isya ) :
Nyetrika Baju buat besok, Siapin Buku, Belajar, Hapalan .
( Kalau bagian ini sudah selesai, itulah yang paling membosankan, mau cari kerjaan apa lagi, terkadang itu pun belum sampe jam 9 apa yang musti ku perbuat? Kalian mau tau? Hanya DIAM!

ah, siapa sih yang gak bosan kalau tinggal sendirian gak ada teman di tambah gak ada hiburan lagi ? Gileee pulangkan sajaaa~  aku pada ibuku :p ahahah

Tapi, yah mau gimana lagi ? Mungkin ini semua takdir yang terbaik bagiku, yang telah tersimpan di mega server di sana. Hidup di perantauan kabupaten, dengan umurku yang masih sangat muda waktu itu, bener-bener menjadi cobaan mental yang besar buat diriku, yang secara langsung atau tidak langsung mengajak daku tuk menginjakkan kaki di masa remajaku.. Wah, hidup memang tak selalunya Indah .. Semangaat \(^^)/

Yah, Seingatku saatku berada di tempat itu, rasa untuk menyelesaikan semua cobaan ku itu terasa banget menghantuiku, berharap lepas dari semua itu, tempat yang sangat suram bagiku, tempat tidur yg kumuh, pelapon yang bolong tempat keluarga tikus, kamar sebelah yang gak tau waktu, ah semuanya dah. Tapi tempat itu menjadi sebuah kenangan bagiku, menjadi sebuah tempat terindah dari episode hidupku ( Loh? Katanya tadi suram ) ahaha

Iyah, tempat ini mengajariku banyak hal secara tidak langsung. Pelajaran hidup yang gak bakal ku dapati di tempat lain, banyak hal tentang makna kehidupan menyelinap masuk membongkar dan memporak-porandakan semua di dalam jiwa yang lemah ini dan membangun kembali dengan sesuatu yang baru. Tangis pun terkadang bisa memecahkan hening sepi di malam senyap yang mombosankan.

Aku gak tau telah berapa kali menangis untuk kedua orangku yang menggatungkan harapan besar kepadaku, sebuah tangis yang gak pernah ku rasakan sebelumnya dalam ku menapaki perjalanan hidupku. Rasa kangen yang menjadi-jadi terkadang menjadi tamu kejutan di malam yang sepi. Rasa bersalah pun tak luput mengikuti rasa kangenku itu. Yah, diriku memang masih bergantung kepada orangtuaku, walaupun memang alurnya begitu, tapi aku ingin sekali membayar semua ketergantunganku itu.Terkadang diriku sangat merasa bersalah akan semua perilaku ku, aku gak tega orangtuaku harus jauh-jauh ke samarinda untuk diriku, hanya untuk memberikan beberapa lembar uang mingguan untukku .
Aku hanya ingin mengansulin harapan orang tuaku dengan prestasiku, membayar segala ketergantunganku itu dengan kesuksesasanku. Aku takut mengecewakan mereka :|

Ah, gak terasa kelas 9 pun menjemput diriku untuk lebih beranjak jauh meniti ilmu, dan semakin mempernalkanku dengan makna hidup yang tergores di balik hikmah dari “3x4 m” ini.

Ada cerita ni, Sebuah hari (maaf bu Bahasa Indonesia saya tidak menggunakan EYD :p), aku terlelap tidur di siang hari menjelang sore menjelang mangrib mau malam. Wk
Sebuah getaran dari hapeku membangunkan ku dari scenario mimpi (haha) padahal aku lagi mimpi ke Jepang, udah mau mendarat di Narita itu hehey. Dengan mata yang remang-remang aku membuka hapeku. Tertampil di layar itu “2 Missed Call” saatku liat ternyata “My Mum”. Gubrak !!! aku langsung terbangun dari tidurku, melupakan semua scenario mimpi itu. Aku binggung! aku nggak punya pulsa~, aku gak ada uang, Argh ! aku merasa sangat aneh, AKU KANGEN! ( yah, memang pada saat itu aku lama gak dapet atau ngasih kabar ke orangtuaku ). Tetesan air mata pun ikut larut dalam penyesalanku. Huh, kucoba tuk tegarkan diriku, ku usap air mata, ku coba untuk bangun dari semua itu, ku persiapkan diriku untuk beranjak dari tempat itu.

Aku berhenti untuk berfikir. Yeaah! aku ingat aku punya teman di sini Tio :D
Karena Muadzin di musolah telah duluan bersenandung, aku pun mendahulukan untuk shalat dulu. Kebetulan suara muadzin tidak asing bagiku, sesampainyaku di musolah, hahay. Seseorang dengan sarung biru kotak-kotak yang melingkar di pinggangnya, baju hitam yang masuk di dalem sarungnya, dan sebuah peci yang bersarang di atas kepalanya yang hanya menutupi bagian belakang rambutnya memperlihatkan poni rambut di depannya, sedang asyik melantukan panggilan untuk sholat. Hahay
Siapa yang gak kenal dia di musolah itu. Tio-tio~. Hehe

… Ssssssstttttt ! Pada lagi sholat ….

Selesai sholat, aku bareng tio ke rumahnya.. Pas udah masuk ke kamarnya, aku minjem hape ma dia, aku jujur aja ma dia, aku mau nelpon ibuku, pulsaku habis. Sebenarnya biarpun gak beralasan, dia bakal minjemin hehey, kan baiiik =D
And akhirnya, semuanya terbayar. Hatiku jadi tentram, seneng, aahh.. ( gak bisa ngomong apa-apa lagi waktu itu )  =’D

Waktu terus berlalu, tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit, detik nggak bisa menunggu untuk semua yang terjadi. Gak sadar aku telah keluar dari semua episode itu.
Padahal aku ingat banget setiap aku menyusuri gang sempit di tempat itu aku hanya berandai-andai bisa lepas dari semuanya, keluar dari “3x4m” itu. Ternyata aku udah lepas, dan waktu pun tak terasa begitu cepat berlari.

Okelah, Episode hidup itu akan menjadi sesuatu yang sangat berarti dalam hidupku. Sebuah kehidupanku yang mengajarkanku berbagai macam hal. Tentang makna hiduplah, tentang memenej waktu, tentang UANG, juga tentang Love. xD hihi apa aja boleh deh xp
Berbagai Varian rasa hidup udah tercicipi di masa-masa itu, yang mungkin hanya terjadi sekali dalam hidupku. Mungkin iklan bebelac harus ganti iklan dan ngambil header text saya Life is an Inspiration :p

Hidup memang harus di syukuri, mungkin saat itu saat menyebalkan bagiku, tapi merupakan saat-saat di mana aku bisa merasakan bener-bener hidup. Ngerasain gimana bahagianya ngejalani hari make baju hasil cucian sendiri, saat berangkat/pulang dengan kesendirian, nyapu kamar yang berantakan sendiri, juga ngerasain gimana saat di tangan ini sama sekali gak megang uang sedikitpun.

Rasa memegang Predikat “Anak Kost” terasa unik mungkin bagi diriku ataupun temen-temenku ( saat SMP ). Apalagi saat aku masih duduk di kursi SMP, di tambah aku sekolah di sekolahan yang mungkin terkesan “Wah” =D. Yah, mungkin aku gak senikmat kalian, tapi aku punya Semangat !

Di saat semua kalian duduk santainya di atas sofa sebuah mobil, sambil tiduran (atau apalah ), saat kalian di bonceng oleh ortu atau pengantar dengan sepeda motor, mungkin aku harus mengayuh sepeda untuk dapat sampe di sekolah. Harus melewati gunung yang menjulang, polusi debu, asap kendaraan, tapi mungkin aku dapat selalu menyapa langit pagi dan bisa merasakan nikmatnya hangat mentari di setiap pagi hari :)
Setiap berangkat/pulang sekolah, beberapa murid ataupun orangtua murid terkadang menegurku, sekedar untuk senyumlah, atau mengangkat tangan atau juga mengatakan “Assalamualaikum/Duluan yah?”.

Sebenarnya, saat aku harus ke sekolah dengan sepeda terasa malu. Tapi, mau gimana lagi? itu udah menjadi alur cerita perjalananku menuntut ilmu. Terserah orang mau mengatakan apapun kepadaku. Ini hidupku, and I’m Proud!
Juga, Ketika Sholat Ashar telah selesai di tunaikan, para orangtua kalian sedang duduk menunggu diri kalian, menjemput kalian, menyimpan segudang pertanyaan untuk kalian tentang hari kalian di sekolah tadi. Tapi, bagaimana dengan AKU? aku hanya pulang di temani adek kelasku, mengalah dengan mobil mewah yang berdampingan denganku, walau harus begitu, aku hanya bisa tersenyum untukmu dan diriku, ada do’a yang selalu mengiringi hari-hariku . merekalah Orangtuaku =’D

Ih, sesuatu yang menurutku gak enak, ternyata memberikan segudang makna berarti bagi diriku. Aku hanya bisa tertawa di atas lamunanku memikirkan saat-saat itu. Saat-saat yang Membosankan tapi Mengertikan (maksud?). Wk
Okelah, sedikit cerita tentang pengalaman hidupkuku di saat aku harus berusaha mendapatkan setitik goresan ilmu =D
Terimakasihku gak lupa ku ucapkan saat itu untuk “3x4m” itu, Keluarga Besar SMPITCordova-ku, Samarinda, ibu kost, pale yang jualan bakso di kostanku, kakak-kakak mahasiswa di samping kamarku, pale kuli bangunan yang ngekost di tempat aku nge kost, om-om yang rajin ke mesjid bareng aku, om yang di depan kamarku, keluarga kecil yang jualan es di kostanku, tukang cukur rambut di kamar atas kostku, tukang ojek di depan kostanku, penjual pecel family di samping rumah kost-kostanku, counter pulsa samping pangkalan ojek, tukang ojek dekat kuburan, tukang laundry samping sekolahan, pale ayang goreng 2500-an, semuanya boleh deh.. haha :D

Oia, Saranku untuk yang mau ngekost, siapkan mental bener-bener, kuatkan niat di hati.

“Niat dan Usaha yang keras yang di deklarasikan dengan penuh semangat pasti akan memberikan sesuatu yang Besar. Karena nggak ada sesuatu yang besar tanpa perjuangan yang hebat”

Jangan jadikan ngekost sebagai ajang melepaskan segala keinginan (mentang-mentang gak ada yang ngatur), terus cari tempat kost yang kondusif ya? (yang penghuninya baik-baik), bawa TV, rice cooker, dispenser (sekalian aja serumahan. Hahaha), pokoknya apapun yang simple deh, yang menunjang kehidupanmu di kost ntar.
Ngekost enak kok , :p suer deh. Tapi, selagi kita membawa diri kita kearah yang baik, ngekostpun/kehidupan di saat kesendirianpun mungkin akan jadi lebih baik. Tergantung kitanya dah, terutama niatnya, juga lingkungan di sekitar kostnya ntar. Okeh ?

KeepSpirit!

Note “3x4m” in My Facebook account with added and edited.
(15/3)

No comments:

Post a Comment