Sunday, April 15, 2012

Cinta?

Ini nih 5huruf yang dapat membuat seorang remaja jungkir balik tak karuan atau nangis tak terhentikan. Sebuah kata yang memiliki banyak pendeskripsian dan memiliki banyak varian. Aku sebenarnya bingung ingin menuliskan artikel tentang Cinta ini seperti apa! Tapi, ku coba menuliskan semua ini dengan bahasaku.

Apa Cinta menurutmu Thalhah?
Hm, Cinta! Menurutku, walaupun Cinta telah kuuraikan dengan detail dan kujelaskan dengan panjang lebar. Namun Jika Cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri. Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang. Namun tanpa lidah, Cinta ternyata lebih terang. Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya, kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada Cinta.
Dalam menguraikan Cinta, akal terbaring tak berdaya, bagaikan keledai terbaring dalam lumpur. Cinta, Cinta sendirilah yang menerangkan Cinta dan perCintaan. Ku kutip dari sebuah penjelasan.
Cinta itu sesuatu yang indah. Sesuatu yang membahagiakan. Aku ada karena sebuah Cinta. Aku hidup karena ada Cinta, dan I Loving with a Love. :D
Tapi, di balik semua yang menyenangkan dan membahagiakan tentang Cinta, yang ku tahu Cinta tidak datang dengan satu keadaan, dia datang dengan berbagai keadaan. Mungkin yang sering di alami oleh kebanyakan orang cuman dua, Cinta terkadang datang sebagai suatu kenikmatan dan Cinta terkadang datang sebagai sebuah ujian.

Cinta datang sebagai suatu kenikmatan.
Mungkin inilah yang di sebut Cinta untuk pertama dan terakhir kali, tapi mungkin ya! Cinta yang datang saat seseorang telah siap secara jiwa dan raga untuk menerima Cinta, ini mungkin juga sebagai jawaban atas keistiqomahannya selama menghadapi segala perasaan-perasaan yang beraroma “merah jambu”.  Cinta yang datang menjadi penyempurna ibadahnya, Cinta yang benar-benar membuat ia tambah Cinta dengan tuhannya, sebuah Cinta di antara dia dan tuhannya yang menjadi sebuah kenikmatan besar saat tertanam di jiwanya, dan sebuah Cinta untuk mencintai seseorang sebagai ibadah untuk menjalankan sunnah nabinya.

Kalau misalnya di tanya, apakah orang yang pacaran termasuk ke dalam kategori Cinta yang datang sebagai suatu kenikmatan? Dengan pasti akan ku jawab TIDAK. Kenapa? Ya terserah saya dong? Hahaha. Tapi memang sebenarnya itu bukan suatu kenikmatan, yang mereka rasakan adalah hawa nafsu mereka, mereka bukan merasakan nikmat sebenarnya sebuah cinta.  Memang benar masanya mereka mendapatkan cinta, tapi apakah itu hadir sebagai sebuah kenikmatan? Tidak mungkin! Cinta yang di berikan saat itu bukanlah hadir sebagai kenikmatan, tapi sebagai ujian! Tuhan telah mengirimkan sebuah pesan ujian terhadap mereka para “oknum” pacaran tentang seberapa kuatnya iman mereka. Itulah ujian bagi mereka sebagai fase menjalani masa remaja, kalau memang mereka bisa mengkondisikan diri mereka, menghadapi perasaan cinta dengan bijak, pastilah ada solusi bagi mereka-mereka yang cerdas. Tapi, berdoalah untuk mereka yang tercebur ke dalam kubangan hawa nafsu mereka sendiri. Nikmat yang mereka rasakan adalah nikmat sesaat dan bukan sesungguhnya!

Aku punya teman deh, dia mungkin punya mantan seabrek. Bagi dia pacaran adalah suatu kebutuhan primer yang harus di penuhi. Aku sebenarnya bingung dengan dia dan mereka-mereka yang pacaran. Sejauh mana mereka menghargai sebuah rasa cinta!? Misalnya begini deh, seekor cowok nembak sebuah cewek, dengan lembut dan rayuan mematikan mengatakan “I love you, bagiku di antara yang lain kamu …bla.bla.bla, kamu benar-benar …bla.bla.bla, I can’t say anything for you deh” terus si cewek dengan bahagia menerima si cowok, mereka berdua merasa seperti mendapat cinta sejati,selama berkomunikasi dan berhubungan sangat dekaaat banget, manggil aja udah pake papi mami #huek!, merasa udah bagaikan suami istri, ah pokonya gitu deh. (maklum ini hasil survey gue, gue nggak pernah ngalamin). Tetapi, karena suatu faktor X mereka putusan. (Sesaat doang dan hanya menambah dosa kan?)
Terus, nggak beberapa hari atau minggu si cewek dan si cowok dapat lagi cowok baru dan cewek baru, yang terjadi juga sama! Need You, Love You, Jalan Yuk, Malming Yuk, Makan Yuk, dan You dan Yuk yang lain. Sampai akhirnya sebuah kata F**k You terlafadzkan dari mulut mereka karena PUTUS, entah karena ada penghianatan, nggak srek, orang ketiga, di marahin mamak, CLBK,  dan (ah paling nggak jauh dari situ juga). Dan akhirnya terjadi lagi dan terjadi lagi, dan seperti tidak terjadi apa-apa, mereka nyari lagi! -_- kemana selama ini ‘jargon-jargon’ cinta mereka yang selama ini mereka banggakan? Rayuan-rayuan yang selama ini mereka berikan? Kemana kata cinta sejati yang mereka tahtakan? Dan kemana barang-barang gue yang waktu itu gue berikan? (loh? Hahahah)
Cinta bagi mereka seperti makan permen karet. Ngeliat bungkusnya keliatan enak, manis, mint, dll. Saat dimakan terasa perisa-perisa rasa buah atau mint yang enak rasanya. Tetapi, saat semua rasa itu telah hilang, rasa permen karet telah hilang, dengan santainya permen karet tadi di buang. Dan dengan santainya lagi, mengambil lagi permen karet baru, dan memakannya, lalu membuangnya. Begitu seterusnya. Ckckckck

Aku memang penganut ajaran “tidak ada pacaran sebelum walimahan”. Walau ini memang masa-masanya cinta berkabung dalam jiwa. Tapi, aku memang tidak srek dengan namanya pacaran. Aku  bingung dengan 7 huruf yang maknanya gak jelas ini. Apa serunya? Apa bahagianya? Apa coba? Atau memang lagi menabung dosa buat akhirat?.

Terus, kamu nggak pernah ngerasakan cinta?
Itu pasti tentunya. Di cintai mencintai itu fitrah manusia, setiap insan di dunia pasti merasakannya. Rasa suka terhadap sesorang itu kewajaran. Tapi, mengontrol perasaan menjadi bagian dari keharusan! Aku juga ada perasaan terhadap seseorang, tapi aku simpan dalam-dalam. Aku sebenarnya salah dalam menghadapi cinta. Tapi, karena Allah sangat menyayangi hambaNya, secara bertahap aku bisa mengontrol perasaanku. Maka dari itu, ku perbaiki semua dan akan ku selesaikan semua. Dan perlu di ingat aku nggak pernah pacaran!!! Aku punya rasa yang besar, but cukup aku dan tuhanku yang perlu tau. Hanya niat dan usaha yang keras di campur dengan doa serta kepercayaan yang membuatku dapat menjalani semua ini. Positive Thinking!
Masa depan aku masih terlalu panjang, akan ada bagian yang rusak jika aku harus melayani masalah cinta di waktu sekarang. Predikatku “Pelajar” dan tugasnya pelajar adalah belajar.

Sebelumnya aku harus meminta maaf bahwa sebenarnya aku bukanlah seorang ustadz, motivator, guru, atau apapun. Aku hanya seorang young muslim yang ingin merubah dunia.
Sebenarnya memang bukan kapasitasku untuk membahas masalah cinta. Tapi, tidak ada salahnya untuk berbagi sesuatu yang ku tahu.

Terakhir, cinta yang hakiki itu adalah cinta kepada Allah SWT. Cintailah Allah dengan setulus hatimu!
Berdoalah bahwa cintamu terhadap seseorang tidak melebihi cintamu kepada tuhanmu, dan cintai seseorang itu karena tuhanmu.

“With Love and Affection”
Balikpapan. Jam 4 kelebihan 47 menit. (11/04)

2 comments:

  1. Nice article qaqa! Yap cinta yg hakiki itu sesungguhnya cuma u/ Allah SWT dan sesungguhnya pacaran itu bukan cinta dan kenikmatan, tapi ujian. Setuju banget! Hidup #JOSH (jomblo sampai halal)
    Hey, btw wanita itu bukan benda loh, km pake kata ''sebuah'' td, harusnya ''seorang'' ._. Hahaha but so far so good. Keep blogging!

    ReplyDelete
  2. Terimakasih :) hm, itu sengaja supaya aneh aja. hehe

    ReplyDelete